FRAUD RISK ASSESSMENT PADA FUNGSI RELIABILITY & PROJECT DEVELOPMENT PT ABC
DOI:
https://doi.org/10.59806/tribisnis.v4i1.151Kata Kunci:
Integritas, fraud, Fraud Risk Assessment.Abstrak
Keberhasilan perusahaan dalam mengelola usahanya sangat tergantung terutama
dari top manajemen. Satu dari beberapa prinsip dari top manajemen adalah
komitmen terhadap integritas. Perilaku Tidak Etis merupakan penyimpangan
perilaku yang tidak sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. Salah satu
perilaku tidak etis yang mempengaruhi tujuan perusahaan adalah fraud
(kecurangan). Fraud sering kali tidak disadari oleh perusahaan karena sifatnya
yang tersembunyi. Berdasarkan hasil penelitian Report to the Nations on
Occupational Fraud and Abuse tahun 2020, kerugian perusahaan yang
disebabkan oleh fraud sekitar 5% dari penghasilan. Mengingat dampak dari
terjadinya fraud terhadap perusahaan begitu besar, banyak cara atau metoda
diupayakan guna dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan fraud tersebut.
Salah satu cara yang paling dominan guna dapat mencegah fraud adalah dengan
mengidentifikasikan jenis-jenis risiko fraud yang besar kemungkinan terjadi
dalam suatu unit atau entitas. Kemudian risiko-risiko tersebut dilakukan penilaian.
Proses proaktif yang bertujuan untuk menidentifikasikan dan mengatasi
kerentanan organisasi atas kecurangan yang dilakukan pihak internal ataupun
pihak eksternal dikenal dengan Fraud Risk Assessment (FRA). Fungsi RPD adalah
salah satu pilar organisasi PT. ABC yang mengelola proyek strategis dengan nilai
anggaran investasi pada tahun 2019 mencapai Rp 4,9 Triliun. Sejalan dengan
pengelolaan proyek tersebut, berdasarkan Laporan Hasil Audit Tujuan Tertentu
tahun 2016 s.d 2019, masih terdapat perilaku menyimpang (fraud) yang dilakukan
oleh pekerja RPD. Oleh karenanya, kajian terkait pelaksanaan Fraud Risk
Assessment di Fungsi RPD penting dilakukan











