Pengaruh Budaya Organisasi (5S) dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Tetap Bagian Nonproduksi pada Salah Satu Perusahaan Manufaktur di Kota Bekasi
Keywords:
Pengabdian kepada masyarakatAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kinerja karyawan pada perusahaan manufaktur, yang dipengaruhi oleh budaya organisasi 5S dan lingkungan kerja. Namun, penerapannya pada salah satu perusahaan manufaktur di Kota Bekasi diduga belum optimal bagi karyawan tetap bagian nonproduksi. Penelitian kuantitatif metode survei ini bertujuan menganalisis pengaruh kedua variabel tersebut secara parsial maupun simultan. Sampel penelitian ini berjumlah 45 karyawan tetap nonproduksi yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Data kuesioner berskala Likert dianalisis dengan analisis regresi linear berganda melalui SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan budaya organisasi 5S berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan (t = 1,751; Sig. = 0,087), sedangkan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan (t = 2,387; Sig. = 0,022). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan (F = 5,440; Sig. = 0,008) dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,206. Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan kerja lebih dominan, sehingga perusahaan perlu memelihara lingkungan kerja yang kondusif sembari memperkuat implementasi budaya 5S secara konsisten.
Kata Kunci : Budaya Organisasi 5S, Lingkungan Kerja, Kinerja Karyawan






